Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Bangka Belitung

Baskara, Harapan Baru Pemuda yang Ingin KNPI Jadi Ruang Tumbuh Bersama

5
×

Baskara, Harapan Baru Pemuda yang Ingin KNPI Jadi Ruang Tumbuh Bersama

Sebarkan artikel ini

TOBOALI BASEL— Di tengah dinamika organisasi kepemudaan yang kerap dipenuhi tarik-menarik kepentingan, nama Baskara muncul dengan pendekatan yang cenderung tenang, namun terarah. Bukan sekadar calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bangka Selatan Tahun 2026, ia memposisikan diri sebagai penggerak yang ingin merawat ruang bersama bagi generasi muda.

Bagi Baskara, KNPI bukan hanya organisasi formal, melainkan “rumah besar” tempat pemuda dari berbagai latar belakang berhimpun, berproses, dan bertumbuh. Ia melihat potensi besar yang selama ini tersebar di Bangka Selatan belum sepenuhnya terkelola dalam satu simpul kolaborasi yang kuat.

“Pemuda itu penuh inovasi dan kreativitas. Kalau tidak dirangkul dalam satu wadah, energi itu bisa tercerai-berai,” ujarnya saat ditemui di Toboali, Kamis (16/4).

Jejak Baskara di dunia kepemudaan tidak berdiri tiba-tiba. Ia dikenal sebagai sosok di balik klub sepak bola Real Bahdad di Desa Malik, Kecamatan Payung. Dari lapangan hijau, ia belajar membangun solidaritas, membaca potensi individu, hingga meramu kerja tim—nilai-nilai yang kini ia bawa ke panggung organisasi yang lebih luas.

Baginya, organisasi seperti KNPI memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai wadah ekspresi, tetapi juga sebagai mitra kritis pemerintah. Dalam pandangannya, pemuda harus hadir sebagai penyeimbang kebijakan—bukan untuk berseberangan, melainkan memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kepentingan masyarakat.

“Tentu dengan cara yang baik, sesuai aturan. Pemuda harus bisa berdialog, bukan sekadar bersuara,” katanya.

Dalam kontestasi menuju Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Bangka Selatan 2026, Baskara tidak menutup mata terhadap adanya rivalitas. Namun, ia menekankan pentingnya kompetisi yang sehat dan transparan. Baginya, proses jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir.

“Menang atau kalah itu biasa. Yang penting bagaimana kita membangun kepercayaan dan dukungan dari organisasi lain secara terbuka,” ucapnya.

Di balik sikapnya yang terbuka, terselip harapan sederhana: agar Musda KNPI kali ini benar-benar menjadi ruang demokrasi bagi pemuda, bukan sekadar formalitas organisasi. Ia ingin kepemimpinan yang lahir nantinya benar-benar mencerminkan pilihan dan aspirasi generasi muda Bangka Selatan.

“Siapa pun yang terpilih, itu adalah pilihan pemuda. Kita harus terima dengan lapang dada,” tutupnya.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Baskara tampak memilih jalan yang tidak selalu riuh—membangun dari bawah, merawat kebersamaan, dan percaya bahwa perubahan besar kerap lahir dari kerja-kerja yang konsisten, bukan sekadar wacana.(*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *