GANTUNG BELTIM – Puncak kemarahan masyarakat penambang di Kabupaten Belitung Timur berbuah aksi unjuk rasa di kantor unit PT timah di Gantung dan gudang PT timah,
meraka lakukan aksi pembakaran sebagai bentuk protes dikarenakan timah yang mereka tambang tidak dibeli oleh PT Timah
Awalnya ratusan masyarakat penambang di Belitung Timur ,Rabu (7/8/ 2026) pagi pukul 10.00 wib secara spontan datangi kantor unit PT timah gantung 
Massa yang semakin bertambah hingga ribuan jumlahnya ingin menemui perwakilan PT Timah untuk meminta kejelasan prihal pembelian timah yang di tambang oleh masyarakat. Aksi massa makin tak terkendali hingga terjadi aksi pelemparan batu dan pembakaran Kantor Unit Timah Gantung.
Selain itu mereka juga melakukan pembakaran ban di gudang PT timah yang lokasinya hampir 1 Kilometer dari Kantor Unit Timah Gantung yang telah terbakar duluan. Di lokasi Gudang massa juga melakukan pembakaran pos jaga, membakar 5 unit kendaraan roda dua dan ban, serta melempari kaca kaca gudang.
Salah satu warga pendemo asal dusun Seberang Gantung, Tp (50) mengatakan kekesalan mereka memuncak karena timah yang tidak dibeli, padahal menurutnya pada senin lalu sempat ada kesepakatan antara pihak PT timah dan perwakilan penambang timah akan dibeli senilai 170 ribu rupiah perkilogram, akan tetapi di pos tidak semuanya di beli karena alasan keterbatasan dana.
Sekitar pukul 13.40 kepala unit wilayah produksi Belitung, Feryandi, baru keluar menemui masa dan berdialog dengan masyarakat penambang. Barulah massa bisa kembali kondusif dan membubarkan diri. Feriyandi mengatakan akan membeli Timah dari mitra seharga Rp.325 ribu, selanjutnya mitra yang membeli ke para penambang menyesuaikan dan PT Timah akan tetap memantau dan lakukan pembinaan.
Saat berita ini dinaikkan kedua lokasi aksi unjuk rasa dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan TNI (Tim)













