Bangka, Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Bangka menggelar Rapat Pleno I untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sekaligus memperkuat koordinasi dan solidaritas organisasi.
Kegiatan yang berlangsung Minggu (5/4/2026) malam di Warkop Ken Queen, Sungailiat ini dihadiri Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darwis Netta S.Ag, Ketua BPD KKSS Kabupaten Bangka Ratno Daeng Mappiwali, serta para pengurus dan anggota KKSS dari berbagai wilayah di Kabupaten Bangka.
Dalam rapat pleno tersebut, para peserta membahas sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi kepengurusan, penguatan struktur organisasi hingga rencana program yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Ketua BPD KKSS Kabupaten Bangka, Ratno Daeng Mappiwali, mengatakan rapat pleno ini menjadi momentum untuk memperkuat kepengurusan KKSS dari tingkat lingkungan hingga tingkat daerah.
“Pertama kita mereferensiasi kepengurusan, artinya memperkuat kepengurusan KKSS dari tingkat lingkungan paling bawah, tingkat menengah hingga ke tingkat daerah,” kata Ratno.
Menurutnya, KKSS merupakan salah satu paguyuban terbesar di Indonesia yang menghimpun warga asal Sulawesi Selatan seperti Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar.
Ia menyebutkan bahwa di Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Bangka, warga Sulawesi Selatan menjadi salah satu komunitas yang cukup besar dan telah lama berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Warga Sulawesi Selatan di Bangka ini cukup besar, bahkan menjadi salah satu paguyuban terbesar. Artinya kami siap berpartisipasi dalam pembangunan yang ada di Kabupaten Bangka,” ujarnya.
Ratno menambahkan, keberadaan warga Sulawesi Selatan di Bangka bukanlah hal baru. Menurutnya, masyarakat Bugis dan Makassar telah hadir di daerah ini sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini.
“Warga Bugis dan Makassar di Bangka sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan, kemudian berlanjut pada masa orde lama, orde baru hingga reformasi sampai sekarang,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa KKSS Bangka siap mendukung berbagai program pemerintah daerah serta terus menjalin komunikasi demi kemajuan daerah.
“KKSS Bangka siap berkomunikasi dan mendukung program-program pemerintah daerah demi kemajuan Bangka,” katanya.
Selain membahas penguatan organisasi, rapat pleno tersebut juga menghasilkan rencana kegiatan organisasi dalam waktu dekat.
“Dari hasil rapat tadi juga ada gambaran bahwa dalam waktu dekat KKSS Bangka akan melaksanakan sebuah event besar sebagai bentuk kebersamaan dan silaturahmi warga Sulawesi Selatan di Bangka,” pungkas Ratno.
Sementara itu, Ketua BPW KKSS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darwis Netta, mengatakan rapat pleno ini juga menjadi momentum untuk mempercepat gerak organisasi agar lebih aktif menjalankan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pimpinan pusat berharap organisasi KKSS di daerah dapat bergerak lebih cepat dalam menjalankan berbagai kegiatan yang berkesinambungan.
“Harapan pimpinan pusat melalui BPW adalah agar KKSS di daerah bisa bergerak cepat dan menjalankan program yang berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat KKSS di masing-masing daerah,” kata Darwis.
Ia juga menyoroti persoalan nelayan yang dinilai masih belum tersentuh secara maksimal oleh sejumlah program. Karena itu, KKSS berkomitmen untuk mendorong perhatian lebih terhadap nelayan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kita melihat ada beberapa program yang belum menyentuh nelayan di beberapa pulau. Ke depan KKSS akan lebih fokus mendorong hal itu, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan organisasi nelayan seperti HNSI yang juga banyak diisi oleh warga KKSS,” jelasnya.
Darwis juga menyinggung potensi pengembangan komoditas kelapa di Bangka Belitung yang dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung program swasembada kelapa secara nasional.
“Kita ingin mengkorelasikan program daerah dengan kebijakan nasional. Apalagi Ketua Umum KKSS juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sehingga potensi kelapa di Bangka Belitung bisa kita dorong untuk mendukung program swasembada kelapa,” ujarnya.
Darwis berpesan kepada seluruh anggota KKSS agar tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan yang menjadi filosofi masyarakat Sulawesi Selatan.
“KKSS harus tetap menjunjung tinggi nilai Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong. Artinya kita harus saling menolong dan saling menguatkan di mana pun kita berada,” pungkasnya.(*)













