Kota Bekasi, Teras Nusantara — Yayasan Binaan Kanker Nusantara terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker. Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar atas undangan panitia sebuah acara, tim yayasan berbagi pengetahuan seputar gejala awal, faktor risiko, hingga langkah preventif yang dapat dilakukan masyarakat.
Yuliani, Sarjana Kesehatan Masyarakat dari Yayasan Binaan Kanker Nusantara yang berkantor di Kramat Jati, Jakarta Timur, menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan untuk mendukung upaya deteksi dini kanker.
“Rata-rata pasien yang masuk rumah sakit sudah dalam kondisi stadium akhir, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit. Karena itu kami turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi agar lebih peduli terhadap kesehatan dan melakukan deteksi sejak dini,” ujarnya.
Menurut Yuliani, kanker tidak mengenal usia. Anak-anak hingga orang lanjut usia memiliki risiko yang sama karena setiap manusia memiliki jutaan sel dalam tubuh yang berpotensi berkembang secara tidak normal.
Ia memaparkan, sejumlah faktor risiko kanker antara lain paparan fisik seperti penggunaan telepon genggam dalam durasi lama, faktor kimia seperti polusi udara dari kendaraan dan pabrik, serta konsumsi makanan yang mengandung zat karsinogenik dan pengawet berlebih. Selain itu, penggunaan produk kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya juga dinilai berpotensi menjadi pemicu.
“Zaman sekarang makanan serba instan dan berwarna menarik, tapi kita harus lebih selektif. Hindari makanan tinggi lemak, jeroan, serta bahan yang mengandung zat karsinogen. Perbanyak konsumsi buah dan sayur serta rutin berolahraga,” jelasnya.
Gejala awal kanker, lanjut Yuliani, sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah munculnya benjolan. “Kalau ada benjolan jangan dibiarkan. Segera periksakan ke tenaga kesehatan karena bisa saja itu tumor jinak yang berpotensi berkembang menjadi ganas jika tidak ditangani,” katanya.
Untuk perempuan, deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan Pap smear atau IVA test. Sementara pada laki-laki, pemeriksaan prostat seperti tes PSA dan biopsi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan.
Selain pola hidup sehat, pemerintah juga memiliki program vaksinasi sebagai upaya pencegahan kanker tertentu, yang diberikan gratis bagi anak usia sekolah dasar. Untuk orang dewasa, vaksinasi tersedia di rumah sakit dengan biaya yang bervariasi dan biasanya memerlukan tiga kali suntikan.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, yayasan juga menyampaikan informasi mengenai pemanfaatan bahan alami yang dipercaya memiliki kandungan antioksidan, seperti daun kelor dan kulit manggis. Namun, Yuliani menegaskan bahwa konsumsi bahan alami tetap harus diimbangi dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan medis secara berkala.
“Kami berharap masyarakat tidak menunggu sakit baru memeriksakan diri. Deteksi dini adalah kunci agar harapan hidup lebih panjang dan kualitas hidup tetap terjaga,” tutupnya.
Yayasan Binaan Kanker Nusantara sendiri aktif melakukan penyuluhan ke sekolah, puskesmas, dan berbagai komunitas sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker dan pentingnya pencegahan sejak dini.
(FERISTIANNA)

